Dibaca : 2951 kali
Tanah Datar, Suara Riau Pos.Com - Untuk menjaga dan Melestarikan Warisan Adat dan Budaya Minang Kabau Nagari Gurun kembali mengukuhkan /Melewakan Gelar Penghulu Adat di Balerong KAN Gurun Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat, Minggu (12/07/26).
Acara malewakan Gelar Penghulu Adat yang di laksanakan di Balerong KAN Gurun tersebut dihadiri oleh Ketua LKAAM Tanah Datar, Ketua KAN se Kecamatan Sungai Tarab, Niniek Mamak, Unsur Cerdik Pandai, Alim Ulama, Tokoh - Tokoh masyarakat, Bundo Kanduang, Pemuda dan Para Tamu Undangan.
Salah seorang Wartawan Senior Muhamad Syukur S.Pd.i yang di percayakan oleh Kaum di Pesukuan Piliang Laweh Jorong Ampalu Nagari Gurun Resmi mengemban Amanah sebagai Pemimpin Adat di Kaumnya diberi Gelar *Dt. Godang Rajo* yang di iringi pemasangan *Saluek*, Pemasangan Keris, Pengucapan Sumpah dan Ikrar Janji dihadapan Para Datuek dan Tamu Undangan.
Gelar Adat yang di amanahkan kepada Muhamad Syukur S.Pd.i Dt. Godang Rajo juga bersamaan dengan 6 orang Penghulu lainya dan 2 Khatik yang ada di Pesukuan Nagari Gurun, antara lain ada Dr. H. Febby Dt. Bangso Kayo (Suku Koto), Muhammad Zidane Dt Basa (Suku Patopang), Rio Antoni, SE Dt Rajo Malano (Suku Palancuang Tinggi), Amron Dt. Malano Nan Putieh (Suku Payo Badar), Ambril Dt. Mangkuto Kayo Nan Kuniang (Suku Patopang), Arif Budiman, SE A.Md Dt. Rajo Endah (Suku Patopang), M. Hafiz Khatik Malano Nan Putieh dan Richie Khatik Mangkuto Kayo Nan Kuniang.
Muhammad Syukur S.Pd.i Dt. Godang Rajo yang berprofesi sebagai Seorang Wartawan di Tanah Datar sejak tahun 1988 dan terdaftar menjadi anggota PWI Tahun 1989 sampai sekarang, dan telah Lulus mengikuti Uji Kompetensi Wartawan Muda dan Madya (UKW) sudah banyak mengalami suka dukanya menjadi seorang Wartawan/Jurnalist. Tahun 2009 Beliau mencoba masuk ke ranah Politik dengan mendaftarkan diri sebagai Calon Anggota Legislatif maju di Partai Hanura. Berkat kepercayaan masyarakat dan Partai kepada beliau, 2009 beliau di lantik sebagai anggota DPRD Tanah Datar periode 2009 - 2014 dengan Jabatan Ketua Fraksi Hanura dan menjadi Sekretaris di Komisi II DPRD Tanah Datar. Di Usia beliau yang sangat matang hari ini, sekarang beliau Menerima Amanah dari Kaum pesukuanya Piliang Laweh untuk memimpin anak kemenakanya. Dengan Gelar Sako *Dt. Godang Rajo*.
Muhammad Syukur S.Pd.i *Dt. Godang Rajo* menyampaikan rasa harunya dan siap menerima amanah yang cukup berat dan penuh dengan tantangan serta rasa tanggung jawab ini, untuk memimpin Kaum di pesukuanya, menjaga anak kemenakan supaya selalu berjalan di jalur yang benar dan tidak terpengaruh oleh hal - hal negatif atas kemajuan zaman seperti sekarang ini. Ini adalah kehormatan terbesar bagi saya dan keluarga, Dan kepercayaan ini akan saya pertanggung jawabkan dunia akherat dalam memimpin Kaum, Khususnya Kaum di Pesukuan Piliang Laweh "Ucap M. Syukur S.Pd.i Dt. Godang Rajo.
Sementara Ketua KAN Gurun Dr. H. Febby Dt. Bangso Kayo menekankan bahwa gelar Datuek dan Khatik bukanlah sekedar penghormatan kepada seseorang yang menerimanya, melainkan beban tanggung jawab yang berat. Seorang Pemimpin di Kaumnya yang sudah bergelar Datuek atau Penghulu harus pandai memimpin anak kemenakanya, menjaga harta pusaka kaumnya, melindungi kemenakannya dan menyelesaikan sengketa dengan bijaksana, Baik permasalahan dalam kaum maupun masalah yang terjadi di luar kaumnya serta harus menjaga marwah seorang Niniek mamak sesuai Fungsi dan tangguang jawabnya, dan hendaklah selalu menjadi panutan serta suri tauladan di tengah - tengah masyarakat. Pemberian Gelar Datuek bagi seseorang di dalam kaumnya juga merupakan salah satu cara menjaga dan melestarikan Warisan Adat dan Budaya di Nagari, Sesuai *Adat Basyandi Syara' - Syara' Basandi Kitabullah* "
Ingatlah, gelar ini adalah titipan nenek Moyang kita, "Jangan jadikan ia sebagai alat untuk mencari kekuasaan atau kepentingan pribadi. Jadikanlah diri kita sebagai Penghulu itu Panutan dan suri tauladan, sebagai Penyelesai masalah atau sengketa dan menjaga marwah sebagai seorang niniek mamak, "Ujar Dr. H. Febby Dt. Bangso Kayo dihadapan Para Penghulu / Datuek yang baru di lantik serta di hadapan tamu Undangan.
Sebelum Acara malewakan gelar Adat di Balerong KAN Gurun, kegiatan juga di isi dengan Acara seni budaya dan Tradisional Nagari Seperti Pacu Jawi di Jorong Ampalu Gurun, Lomba Rendang Baluik, Lomba Sepak Takraw, Prosesi mambantai Kerbau dengan diiringi acara Seni Tradisional Randai dan Malam terakhir di tutup dengan KIM Berhadiah.
(Eig)
Terkait
Friday, 28/08/2026
Monday, 10/08/2026
Saturday, 08/08/2026
Tuesday, 21/07/2026
Saturday, 18/07/2026
Selasa, 15 September 2026
Rabu, 16 September 2026
Selasa, 15 September 2026
Senin, 14 September 2026
Rabu, 17 Desember 2025
Kamis, 29 Januari 2026IKLAN